Hari Raya Tri Suci Waisak kembali menyapa, membawa pesan kedamaian, cinta kasih, dan kebijaksanaan bagi umat manusia. Peringatan suci ini bukan sekadar momen ritual keagamaan bagi umat Buddha, melainkan juga pengingat universal tentang pentingnya merawat harmoni, baik dengan sesama manusia maupun dengan alam semesta.
Tiga peristiwa penting yang diperingati dalam Waisak—kelahiran Pangeran Siddhartha, pencapaian Pencerahan Sempurna oleh Pertapa Gautama, dan kemangkatan Sang Buddha (Parinirvana)—mengajarkan kita tentang perjalanan spiritual menuju kebebasan dari penderitaan melalui welas asih dan tindakan yang bijaksana.
Dalam semangat peringatan yang luhur ini, segenap pimpinan dan staf Bagian Administrasi Pembangunan turut bersukacita dan mengucapkan:
"Selamat Memperingati Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE kepada seluruh umat Buddha yang merayakan."
Bagi kami di Bagian Administrasi Pembangunan, nilai-nilai Waisak sangat relevan dengan semangat kerja dan dedikasi dalam membangun daerah dan negara. Pembangunan yang sejati tidak hanya diukur dari pencapaian fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari terbangunnya harmoni sosial, kesejahteraan, dan kebijakan yang berlandaskan pada kemanusiaan. Cinta kasih (Metta) dan welas asih (Karuna) adalah fondasi penting untuk menciptakan lingkungan yang inklusif, di mana setiap program pembangunan dapat membawa manfaat dan kebahagiaan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Melalui momentum Waisak di tahun 2570 BE ini, mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk saling melengkapi dan bergotong royong. Semoga cahaya kebijaksanaan Waisak senantiasa menginspirasi kita untuk terus bekerja keras, memberikan pelayanan terbaik, dan menciptakan kemajuan yang berkeadilan.
Semoga kedamaian dan kebahagiaan senantiasa menyertai kita semua.
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta. Semoga semua makhluk hidup berbahagia. Sadhu, Sadhu, Sadhu.




