Lamongan – Peringatan Isra Mi'raj yang jatuh pada 27 Rajab 1447 H bukan sekadar mengenang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW menerima perintah shalat. Lebih dari itu, peristiwa ini meninggalkan jejak sejarah nyata di kompleks Masjidil Aqsa yang menjadi bukti kebesaran Allah SWT.
Tahukah Anda? Di balik kemegahan Baitul Maqdis, terdapat tiga titik fisik yang menjadi saksi bisu kehadiran Rasulullah SAW dalam perjalanan mikrajnya menuju langit. Berikut ulasannya:
1. Tembok Buraq: Tempat Tambatan Kendaraan Langit Sebelum melangkah masuk ke area suci, Rasulullah SAW mengikat Buraq di sisi barat dinding masjid. Dalam riwayat Muslim, disebutkan beliau mengikatnya pada cincin (halqah) yang juga digunakan oleh para nabi terdahulu. Tembok ini menjadi titik awal persinggahan Nabi di bumi Palestina sebelum naik ke Sidratul Muntaha.
2. Kubah Batu (Dome of the Rock): Pijakan Menuju Langit Sering terlihat menonjol dengan kubah emasnya, bangunan ini melindungi sebuah batu besar (sakhrah). Batu inilah yang diyakini sebagai tempat pijakan Nabi Muhammad SAW saat melakukan Mi'raj (naik) menembus lapisan langit. Batu ini juga memiliki nilai historis tinggi karena pernah menjadi arah kiblat pertama umat Islam.
3. Mihrab Nabi: Simbol Kepemimpinan Umat Terletak di sebelah barat Kubah Batu, area ini diyakini sebagai lokasi Rasulullah SAW mengimami shalat berjamaah bersama arwah para Nabi dan Rasul terdahulu. Momen ini menegaskan posisi beliau sebagai pemimpin penutup risalah yang menyatukan ajaran tauhid.
Refleksi Pembangunan Peristiwa Isra Mi'raj mengajarkan kita tentang keseimbangan antara hubungan vertikal (kepada Allah) dan horizontal (kepada sesama/bumi). Semangat ini selaras dengan cita-cita pembangunan daerah kita. Fondasi spiritual dan kinerja fisik harus berjalan beriringan demi terwujudnya kejayaan Lamongan yang berkelanjutan.
Selamat memperingati Isra Mi'raj 1447 H.